Senin, 05 September 2011

Positif dan Negatifnya Masakan Telur




Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar). Selain itu dikonsumsi pula juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya telur penyu. Sebagian besar produk telur ayam ditujukan untuk dikonsumsi orang tidak disterilkan, mengingat ayam petelur yang menghasilkannya tidak didampingi oleh ayam pejantan. Telur yang disterilkan dapat pula dipesan dan dimakan sebagaimana telur-telur yang tidak disterilkan, dengan sedikit perbedaan kandungan nutrisi. Telur yang disterilkan tidak akan mengandung embrio yang telah berkembang, sebagaimana lemari pendingin mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur.

Ada beberapa manfaat dari masakan telur, diantaranya :

Telur baik untuk mata. Menurut sebuah studi, sebutir telur sehari bisa mencegah degenerasi makula (bagian dari retina yang memungkinkan mata melihat detil-detil halus pada pusat lapang pandang) karena karotenoid yang dikandungnya , khususnya lutein dan zeaxanthin. Kedua zat gizi lebih mudah didapat pada telur daripada dari sumber lain.

Pada penelitian yang lain, para ilmuwan menemukan bahwa mereka yang mendapat asupan telur setiap hari menurunkan resiko mengalamai katarak. Hal ini juga karena kandungan karotenoid pada telur.

Sebutir telur mengandung 6 gram protein berkualitas tinggi serta 9 asam amino penting.

Berdasarkan penelitian Harvard School of Public Health, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi telur dengan penyakit jantung. Kenyataannya, berdasarkan studi, konsumsi telur secara berkala dapat membantu mencegah penggumpalan darah, stroke dan serangan jantung.

Telur kaya dengan unsur choline, yang merupakan nutrisi penting bagi otak, jaringan syaraf dan sistem cardiovascular. Sebuah kuning telur mengandung sekitar 300 microgram choline.

Telur mengandung lemak yang baik bagi tubuh. Sebutir telur hanya mengandung 5 gram fat dan diantaranya hanya 1,5 gram lemak jenuh.
Berseberangan dengan pemahaman sebelumnya, riset terbaru menyatakan, konsumsi normal telur tidak mempengaruhi tingkat kolesterol. Kenyataannya, studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin dua butir telur sehari tidak mempengaruhi profil lipid seseorang dan mungkin justru memperbaikinya. Penelitian menunjukkan bahwa justru lemak jenuhlah yang meningkatkan kolesterol.

Telur adalah satu-satunya bahan makanan yang secara alami mengandung vitamin D.

Telur dapat mencegah kanker payudara. Satu penelitian menyatakan, wanita yang mengkonsumsi setidaknya 6 butir telur dalam seminggu, menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 44%.

Telur sehat untuk rambut dan kuku, karena kandungan sulfur yang tinggi serta vitamin dan mineral didalamnya. Banyak orang menemukan bahwa rambut mereka tumbuh lebih cepat saat memasukan telur dalam daftar diet mereka, khususnya jika mereka sebelumnya kekurangan asupan sulfur atau B12 pada makanan mereka.
Selain memiliki manfaat, ternyata telur juga memilik efek negatif untuk tubuh,

EFEK NEGATIF KONSUMSI TELUR
Mana yang benar soal telur, penghancur kolesterol atau pemasok protein? Perlu diketahui, dalam telur mentah mengandung protein yang disebut avidin yang menghentikan penyerapan biotin. Padahal, biotin berfungsi mencengah kerontokan rambut dan masalah kulit. Singkatnya, telur juga memiliki dampak negatif. Karena itu, ada rambu-rambu tertentu untuk mengkonsumsinya. Batasi konsumsi telur hanya dua atau empat kali dalam seminggu. Kuning telur mengandung kolesterol yang buruk bagi kesehatan, karenanya lebih baik Anda mengkonsumsi tiga omelet hanya dengan satu kuning telur, sehingga kadar kolesterol dalam tubuh Anda bisa dikurangi. Yang utama, telur kaya akan vitamin B12 dan zat besi.


PRIA HATI2 MAKAN TELUR
mengkonsumsi telur adalah salah satu kebiasaan yang banyak dipilih pria atau pun wanita dalam memenuhi kebutuhan protein.

Namun bila konsumsi telur dilakukan secara berlebihan mungkin saja akan timbul efek yang kurang baik bagi kesehatan. Sebuan laporan riset terbaru di Amerika Serikat misalnya, mengindikasikan adanya kaitan antara konsumsi telur dengan risiko kematian khususnya pada pria.

Peneliti dari Harvard Medical School seperti dilaporkan Reuters Health, menyatakan bahwa pria pada usia menengah yang mengonsumsi tujuh butir telur atau lebih dalam sepekan memiliki risiko lebih besar mengalami kematian dini. Bahkan risiko ini makin serius pada pria pengidap diabetes. Pria diabet yang memakan telur, berapa pun jumlahnya, mengalami peningkatan risiko kematian berdasarkan penelitian selama periode 20 tahun.

Riset yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menambah bukti lain betapa konsumsi telur ini kerap bersifat kontradiktif dan mengundang perdebatan. Selain itu, yang masih menjadi pertanyaan besar bagi peneliti adalah bagaimana persisnya telur ini dapat memengaruhi risiko kematian.

Dr Luc Djousse dan Dr J. Michael Gaziano dari Brigham and Women’s Hospital serta Harvard Medical School mengungkapkan, pria yang tak mengidap diabetes sebenarnya dapat mengonsumsi telur hingga enam butir dalam sepekan tanpa ada risiko tambahan terhadap kesehatan.

¨Sementara konsumsi telur hingga enam butir dalam sepekan tidak berkaitan dengan seluruh risiko kematian, tetapi konsumsi tujuh butir telur atau lebih ada kaitannya dengan penambahan 23 persen risiko kematian. Namun begitu, di antara dokter pria pengidap diabetes, konsumsi telur berhubungan dengan risiko yang lebih besar. Ada pula bukti sugestif bahwa konsumsi telur menambah risiko serangan jantung dan stroke,¨ terang peneliti yang berharap adanya riset lanjutan yang berukuran lebih besar.

Telur selama ini memang dikenal kaya akan kandungan kolesterol, yang jika kadarnya tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Salah seorang ahli nutrisi, Dr Robert Eckel dari University of Colorado yang juga mantan Presiden American Heart Association, menyarankan pria usia menengah seharusnya lebih memperhitungkan berapa banyak telur yang mereka konsumsi.

Riset 20 tahun
Dalam penelitiannya, tim dari Harvard melibatkan 21.327 pria. Partisipan secara rutin mengunjungi dokter sejak 1981 dan melaporkan apapun kondisi mereka serta kebiasaan yang berkaitan dengan
kesehatan dan gaya hidup.

Selama pemantauan 20 tahun, 1.550 pria tercatat mengalami serangan jantung, 1.342 mengalami stroke dan 5.000 lebih meninggal.

¨Konsumsi telur tidak berhubungan dengan serangan jantung dan stroke,¨ catat peneliti.

Namun pria yang memakan tujuh butir telur atau lebih dalam sepekan tercatat 23 persen memiliki kecenderungan meninggal selama periode penelitian.

Pria diabet yang memakan telur kecenderungannya dua kali lipat meninggal selama periode penelitian. Pria yang tercatat paling banyak makan telur selama penelitian berusia lebih tua, lebih gemuk dan lebih banyak makan sayuran, tetapi sedikit makan sereal ketika sarapan. Mereka cenderung suka minum alkohol, merokok dan kurang olahraga, di mana semua faktor ini diyakini dapat mempengaruhi timbulnya serangan jantung dan kematian.(Kompas)

Lalu, bagaimana menentukan telur yang layak untuk di konsumsi ? Berikut ini adalah cara memilih telur yang layak untuk dikonsumsi

1.    Kondisi cangkang telur tidak retak
2.    Ukuran telur tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar
3.    Warna telur tidak pucat atau terlalu gelap
4.    Bersih dari berbagai kotoran atau pun noda
5.    Tektur kulit telur halus mulus dan tidak kasar
6.    Tenggelam di dalam air jika dimasukkan ke dalam air tidak terapung
7.    Apabila diteropong terlihat jernih dan kuning telur ada di tengah telur
8.    Baunya normal tidak berbau busuk
9.    Bentuk lonjong telur normal tidak bulat dan tidan ceper sekali
10. Pilih yang dikemas dengan baik dan mengandung omega 3


 
http://www.dunia-fun.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources